Laporan KPM Reguler 2013

Desa Peunaga Rayeuk Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat

Rabu, 28 Agustus 2013

Laporan KPM Reguler 2013

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Lokasi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)

Berdasarkan hasil observasi di lapangan dan data dari pemerintahan Gampong tentang keadaan wilayah serta keadaan masyarakat desa Peunaga Rayeuk Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Desa Peunaga Rayeuk merupakan desa yang termasuk sebagai salah satu desa di Kecamatan Meureubo yang terbagi dari 4 dusun, yaitu : Dusun Lamkuta, Dusun Mujahiddin, Dusun Ar-Raniry dan Dusun Teulaga Budi. Peserta KPM tinggal di rumah Keuchik Gampong Peunaga Rayeuk dan rumah masyarakat yang ditunjukan oleh Geuchik Gampong Peunaga Rayeuk.
Berdasarkan keterangan Geuchik H. Amren Mukminin pada masa kerajaan Aceh ada sebuah kerajaan yang bertahta diwilayah barat selatan provinsi Aceh yaitu raja Aceh Ali Muhayat Syah pada tahun 1511 yang melakukan pelayaran kewilayah kerajaan Sumatra Barat (Padang) untuk silaturrahmi. Dengan bersilaturrahmi kemudian antara kedua raja tersebut sepakat untuk mengadakan pertandingan adu kerbau dengan beberapa perjanjian-perjanjian antara lain:
1.      Apabila raja Aceh kalah, maka akan menyerahkan kapal layarnya kepada kerajaan Padang
2.      Apabila raja Padang kalah, maka akan menyerahkan sebagian wilayahnya kepada kerajaaan Aceh
Setelah waktu yang disepakati bersama antara kedua raja tersebut, maka raja Aceh yang pada saat itu menyiapkan seekor kerbau jantan yang kuat dengan diberikan hiasan adat Aceh seperti kain selempang kuning. Sementara kerajaan padang menyiapkan anak kerbau yang masih menyusui pada induknya, dengan membiarkan anak kerbau tersebut haus dan lapar. Sampai pada waktu yang sudah disepakati bersama maka kedua kerbau tersebut dimasukan dalam arena pertandingan, tetapi apa yang terjadi? Karena kerbau milik raja Padang yang masih menyusui begitu melihat induk kerbau langsung ingin menyusui. Sehingga kerbau milik raja Aceh langsung lari tunggang langgang.
Sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati maka raja Aceh mengaku kalah, dan pada saat ingin memberikan kapal kerajaan Aceh kepada kerajaan Padang, tetapi kerajaan Padang menolaknya dengan merubah beberapa kebijakan bersama dalam menjalin persaudaraan yang lebih dekat yang pada intinya “apabila ada kegiatan dikerajaan Aceh tolong diberitahukan kepada kerajaan Padang dan begitu pula sebaliknya” karena kerajaan Padang sudah menganggap kerajaan Aceh sebagai saudara maka raja Aceh meminta kepada raja Padang untuk menempati wilayah dikerajaan Aceh yang belum dihuni.
Atas permintaan raja Aceh tersebut maka raja Padang mengutus tujuh (7) orang datuk dari kerajaan untuk menempati wilayah tersebut, diantara ketujuh datuk tersebut adalah:
1.      Datuk Patikanalom
2.      Datuk Genta Alam
3.      Datuk Seru Alam
4.      Datuk Rajo Meden
5.      Datuk Jangguik Ameh
6.      Datuk Tangah Hari
7.      Datuk Susang Bulu
Dari ketujuh datuk tersebut yang tinggal menetap hanya empat (4) datuk, yaitu: Datuk Seru Alam, Datuk Tangah Hari, Datuk Jangguik Ameh dan Datuk Rajo Meden. Yang hingga sampai sekarang kuburanya ada diwilayah kecamatan Mereubo, dengan tinggal dan menetapnya mereka sehingga terjadilah perkawinan antara suku Aceh dengan suku Padang. Yang hingga sekarang dapat dilihat dari bahasa mereka, percampuran antara Aceh dengan Padang (Jamee). Dan pada masa itu diwilayah tersebut tumbuh sebatang tumbuhan bernama Panagoe yang tinggi dan besar, dan dari perkawinan tersebut sehingga terbentuklah sebuah kelompok masyarakat yang diberi nama Panagoe Gadang. Kata panagoe gadang berasal dari tumbuhan panagoe yang tinggi dan besar atas prakarsa Datuk Tangah Hari.
Berdasarkan perbauan bahasa Aceh dengan bahasa Padang (Jamee), gadang yang artinya “Rayeuk” dalam bahasa Aceh penaga rayeuk adalah terjemahan dari bahasa Padang (Jamee).
Sejarah Gampong Peunaga Rayeuk ini sekarang sudah dicetak pada spanduk dengan ukuran 1,5 m x 2 m dan telah ditempelkan pada ruang di balai desa Peunaga Rayeuk Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat.


Khusus di Kecamatan Meureubo, penempatan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) regular 2013 ada dibeberapa desa dari banyaknya desa di kecamatan Meureubo. Peunaga Rayeuk adalah desa dimana kami di tempatkan selama menjalani Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Nama, NIM, Jurusan dan Fakultas Mahasiswa yang mengabdi di desa Peunaga Rayeuk Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat dapat dilihat di lampiran table-tabel.
1.    Gambaran Umum letak geografis desa Meunasah Mon adalah berbatasan   dengan:
a.    Sebelah Utara berbatasan dengan Gampong Langung
b.    Sebelah Timur berbatasan dengan Gampong Paya Peunaga
c.    Sebelah Barat berbatasan dengan Lautan, dan
d.   Sebelah Selatan berbatasan dengan Gampong Peunaga Cut Ujong
2.    Kondisi Geografis Gampong
a.    Curah hujan                                                              : Sedang
b.    Ketinggian dari permukaan laut                               : 15 m
c.    Suhu udara rata-rata                                                 : 20 – 28 C
d.   Topografi                                                                  : Dataran datar
3.    Orbitrasi (Jarak dari pusat Pemerintahan)
a.    Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan               : 3,5 Km
b.    Jarak dari pusat pemerintahan kota administratif      : 6  Km
c.    Panjang jalan Gampong                                            : 1.500 Meter

B.       Permasalahan Di Lokasi

Desa Peunaga Rayeuk merupakan suatu desa yang cukup potensial untuk diberdayakan dalam berbagai bidang, walaupun disisi lain memiliki kultur kebiasaan yang berbeda dengan peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Namun peserta dapat beradaptasi dan dapat menyusuaikan dengan kebiasaan masyarakat desa dan dapat mengaplikasikan kegiatan dengan tidak terlalu sulit. Selama pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang dimulai dengan kegiatan observasi lapangan kami menemukan sejumlah permasalahan dalam masyarakat,  permasalahan ini meliputi berbagai aspek yang sangat urgen untuk kemajuan suatu desa.



Adapun permasalahannya adalah seperti:
1.      Kurangnya Sumber Daya Manusia di Desa Peunaga Rayeuk, hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat keahlian masyarakat setempat. misalnya dalam hal keterampilan tangan dan tataboga yang bisa menjadi usaha kecil-kecilan.
2.      Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pemanfaatan serta pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada.
3.      Kemampuan remaja/anak-anak dibidang ilmu agama (pendidikan) masih minim, misalnya dalam membaca al-qur’an dan bahasa arab.
4.      Rendahnya dukungan dan motivasi untuk anak-anak
5.      Kurangnya tenaga pengajar di balai pengajian/TPA.
6.      Kurangnya keperdulian terhadap memperingati hari-hari besar baik nasional maupun agama islam.
Selain permasalahan yang telah kami sebutkan di atas, masih banyak terdapat permasalahan di Desa Peunaga Rayeuk, baik berupa fisik maupun non-fisik, oleh sebab itu Desa Peunaga Rayeuk masih banyak memerlukan bantuan dalam bentuk materi dan non-materi untuk membangun dan mengembangkan desa tersebut.
Namun, di sisi lain desa Peunaga Rayeuk merupakan salah satu desa yang telah memiliki beberapa fasilitas sarana dan prasarana desa lainnya seperti Kantor Desa, meunasah, gedung PKK, Balai desa, jalan dan lorong desa. Tetapi,  ada beberapa fasilitas tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, yang selanjutnya kurang perawatan  dan pada akhirnya seolah-olah kurang memberikan manfaat untuk masyarakat setempat. Sebagai contoh balai desa yang kurang terawat. Untuk bangunan sarana dan prasarana desa Peunaga Rayeuk dapat dilihat dilampiran table-tabel. Akan tetapi, desa Peunaga Rayeuk termasuk desa yang tergolong bersih, karena disepanjang jalan Peunaga Rayeuk tidak terdapat sampah-sampah yang berserakan.
      
C.    Metode Pendekatan

Metode pendekatan yang digunakan oleh peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dalam melaksanakan kegiatan di lapangan adalah  melakukan pendekatan–pendekatan secara bertahap dengan para tokoh–tokoh masyarakat, menjumpai masing-masing kepala dusun yang ada di desa Peunaga Rayeuk, menjumpai pemuda-pemudi, ibu-ibu dan anak-anak seperti bergaul, tukar pikiran, bermain bersama anak-anak dan berdiskusi dengan masyarakat desa Peunaga Rayeuk tentang keadaan desa, serta observasi langsung ke lapangan.
BAB II
PERSIAPAN DI LAPANGAN

Sebelum mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat diberangkatkan ke daerah atau desa baktinya, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan data yang sesuai dan menguji kelayakan seorang mahasiswa tersebut dapat menjadi peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dan melakukan pengabdian di desa-desa yang ditentukan. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
A.      Pendaftaran Peserta
Sebelum mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di berangkatkan ke lokasi KPM, terlebih dahulu para mahasiswa wajib mengikuti penyeleksian dan pembekalan, para peserta KPM dengan beberapa tahapan yang dilaksanakan oleh pihak lembaga panitia pelaksana yaitu P2M. Penyeleksian kepada setiap mahasiswa sebelum menjadi peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) diwajibkan mempersiapkan persyaratan administrasi antara lain:
  1. Menyerahkan bukti terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester yang sedang berjalan, melampirkan foto copy KRS semester terakhir, foto copy rekening SPP, dan SK skripsi yang semuanya itu di masukkan kedalam map.
  2. Tahap penyeleksian, dalam tahap ini kami selaku calon peserta KPM IAIN Ar- Raniry wajib mengikuti penyeleksian Administratif

B.       Seleksi Peserta

Mahasiswa yang di terima sebagai salah seorang peserta KPM adalah mahasiswa yang telah lulus dari seleksi atau penyaringan yang khusus diadakan untuk itu. Penyaringan dimaksudkan dilakukan setelah terpenuhinya syarat-syarat adminisratif tersebut di atas.
    
C.      Pembekalan Peserta

Selanjutnya setelah peserta dinyatakan lulus, barulah diadakan pembekalan (coaching). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, yang meliputi ilmu-ilmu teoritis dan ilmu tarapan lainya. Setelah dibekali dengan beberapa macam pengetahuan, pengalaman-pengalaman praktis serta kemampuan lain yang dapat mempermudah pelaksanan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), baru diberangkatkan ke lokasi pengabdian.
Adapun arahan tentang program yang dilaksanakan berupa visi dan misi IAIN Ar-Raniry. Adaptasi dengan lingkungan, moral, sosialisasi lapangan sampai pada petunjuk penyusunan laporan hasil kegiatan yang disampaikan pihak Rektorat pada saat coaching.
Dari segi teoritis ini, peserta dibekali dengan sejumlah pengetahuan praktis terhadap fenomena atau kebutuhan masyarakat, antara lain:
1.      Mampu mengaplikasikan visi dan misi dari IAIN dalam rangka Darma Pengabdian kepada masyarakat
2.      Orientasi KPM IAIN Ar-Raniry
3.      Manejemen TPQ dan teknik mengajar metode Iqra`
4.      Pengetahuan praktis agama Islam/praktek ibadah dan teknik pelaksanaan tahjiz mayat
5.      Pembinan akhlaqul Karimah
6.      Pelaksanaan kegiatan lapangan
7.      Pemberdayan masyarakat Desa
8.      Penulisan kegiatan harian dan sistem penilaian
9.      Teknik penyusunan program dan penulisan laporan KPM.

D.      Pengorganisasian dan Penempatan Peserta

Pengorganisasian dan penempatan peserta Kuliah Pengabdian Masarakat (KPM) IAIN Ar-Raniry dilakukan oleh panitia pelaksanaan KPM sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan oleh Panitia pelaksanaan KPM sebagaimana tercantum dalam surat keputusan Rektor IAIN Ar-raniry tentang pelaksanaan KPM itu sendiri.

E.  Penyerahan dan Penjemputan Peserta KPM

1. Pelepasan/Penyerahan
Rombongan  peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat diberangkatkan dari Banda Aceh  pada tanggal 15 Juli 2013  pukul 09:30 WIB menuju kantor Bupati Aceh Barat. Tiba di kantor Bupati pada pukul 14:00 WIB. Selanjutnya para peserta mengikuti acara penyerahan peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang diserahkan kepada Bupati Aceh Barat oleh Rektorat dan panitia pelaksana KPM IAIN Ar-Raniry tahun 2013. Seterusnya dari Bupati diserahkan kepada Camat, selanjutnya dari camat diserahkan kepada Geuchik desa Peunaga Rayeuk pada pukul 15:30 WIB.

2. Penjemputan Kembali
         Setelah empat puluh tiga hari di lokasi Pengabdian Masyarakat peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dijemput kembali oleh panitia pelaksana KPM IAIN Ar-Raniry pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2013.

F.       Pelaksanan dan Pembiayaan

1. Pelaksanaan
Pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) IAIN Ar-Raniry dilaksanakan oleh panitia pelaksana Kuliah Pengabdian Masyarakat IAIN Ar-Raniry dengan personalianya berdasarkan surat keputusan rektor IAIN Ar-Raniry di bawah koordinasi Pusat Pengabdian Masyarakat (P2M) IAIN Ar-Raniry.

2.      Pembiayaan
Biaya Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Mahasiswa IAIN Ar-Raniry semester genap tahun akademik 2012/2013 ditanggung oleh peserta KPM yang bersangkutan, seperti biaya living cost peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dan biaya-biaya lainnya ditanggung sendiri oleh peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM).

G.      Persiapan Di Lapangan

Setelah mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) sampai di desa yang ditetapkan, mahasiswa melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu sebelum melakukan beberapa kegiatan, diantaranya adalah:
a.    Observasi Lapangan.
Peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) meninjau keadaan desa, mulai dari kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat (budaya, aktifitas, dll).
b.    Menemukan Permasalahan.
Tahap selanjutnya setelah melakukan observasi, peserta mulai mencari dan menemukan permasalahan yang harus diselesaikan.
c.    Melakukan Perencanaan.
Dari permasalahan-permasalahan yang telah ditemukan peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) mulai merencanakan kegiatan-kegiatan apa saja kah yang harus dilakukan terkait dengan pemecahan masalah yang terjadi di desa.

d.   Menentukan/menyusun kegiatan.
Pada tahap ini peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) menentukan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan permasalah yang sebelumnya ditemukan.
e.    Menjalankan kegiatan.
f.     Tinjauan kegiatan.
Setelah kegiatan-kegiatan dilakukan, tahap selanjutnya adalah melakukan tinjauan-tinjauan sejauh mana kegiatan sudah berjalan serta melakukan perbaikan-perbaikan jika dianggap kurang berjalan maksimal.
g.    Laporan




















BAB III
KEGIATAN-KEGIATAN DI LAPANGAN

Selama empat puluh tiga hari mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merencanakan dan menyusun program-program yang akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: Menggali masalah, memetakan masalah, merumuskan masalah, menyusun program-program kerja berdasarkan rumusan masalah tersebut kemudian mengimplimentasikan dalam bentuk kerja nyata. Dalam tiap tahapan tersebut keikutsertaan masyarakat dan tokoh masyarakat sangat menentukan keberhasilan visi dan misi peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Berikut ini program-program kerja secara garis besar  yang kami agendakan berdasarkan dari hasil pemetaan masalah, yaitu:
1.   Bidang Agama
2.   Bidang kebersihan lingkungan
  1. Bidang sarana dan prasaran pendidikan al-qur’an
  2. Bidang Administrasi Pemerintahan Desa
  3. Bidang sosial kemasyarakatan
Setelah program-program kerja selesai di rumuskan, langkah selanjutnya adalah membentuk koordinator yang akan mengkoordinir dari setiap kegiatan tersebut sebagai penanggung jawab kerja untuk masing-masing program. Hal ini di tempuh untuk lebih terkoordinir mekanisme kerja dan diharapkan semua yang telah direncanakan dapat tercapai hasil yang ditargetkan dan penyelesaian program tersebut tepat pada waktunya.
Sesuai dengan arahan secara teoritis yang kami peroleh pada saat pembekalan (Coaching), maka kami telah membuat rumusan kegiatan berdasarkan kondisi real yang diperoleh melalui observasi lapangan dan berdasarkan musyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Adapun daftar kegiatan  kerja terbagi dalam beberapa bidang berikut ini:
A.    Bidang Agama

  1. Mengajar mengaji Al-Qur’an anak-anak setiap hari
  2. Melatih anak-anak TPA untuk mengenal tajwid setiap waktu mengaji Al-Qur’an di mesjid Al-hikmah desa Peunaga Rayeuk
  3. Ikut serta dalam acara pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak di mesjid gampong Al-hikmah desa Peunaga Rayeuk
  4. Menghadiri acara samadiyah dan tahlilah untuk jenazah

B.     Bidang Kebersihan Lingkungan

  1. Melakukan kegiatan gotong royong diperkarangan mesjid dan balai desa Peunaga Rayeuk
  2. Mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan yang bersih dan membuang sampah pada tempatnya

C.    Bidang Sarana dan Prasaran Tempat Pengajian Al-qur’an

1.      Membersihkan Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPA) Fastabiqul Khairat desa Peunaga Rayeuk
2.      Merenovasi Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPA) Fastabiqul Khairat desa Peunaga Rayeuk
3.      Membuat pamplet Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPA) Fastabiqul Khairat desa Peunaga Rayeuk

D.    Bidang Bidang Administrasi Pemerintahan Desa

1.      Melakukan pengumpulan KK desa Peunaga Rayeuk
2.      Mendata ulang penduduk desa Peunaga Rayeuk secara keseluruhan
3.      Mencatat penduduk setiap masing-masing dusun di desa Peunaga Rayeuk

E.     Bidang Sosial Kemasyarakatan

1.      Mengajak ibu-ibu untuk melakukan kegiatan pembuatan kue dan bunga di balai desa Peunaga Rayeuk
2.      Melakukan kegiatan untuk memeriahkan HUT RI yang 68 di lapangan bola kaki desa Peunaga Rayeuk

F.     Kegiatan-kegiatan lainya

Kegiatan lainya yang bersifat penunjang dalam menyukseskan program-program yang sudah di rencanakan oleh peserta KPM reguler seperti bersilaturahmi dan lain sebagainya yang bersifat exstra disamping itu juga program yang dibentuk oleh kerjasama gabungan mahasiswa yang ditempatkan di Kecamatan Meureubo yang pelaksanaan kegiatan tersebut terkoordinir bersama seluruh Peserta KPM reguler yang mengabdi di Kecamatan Meureubo. Adapun kegiatan penunjang (extra) dan Kegiatan tersebut adalah:
1.      Silaturahmi dengan warga desa dan warga mukim (perangkat desa).
2.      Menghadiri undangan dari masyarakat desa untuk melakukan buka puasa bersama di rumah warga
3.      Menghadiri rapat rutin peserta KPM Sekecamatan Meureubo
4.      Pertemuan dengan supervisor.
5.      Menjadi Panitia pada acara kegiatan memperingati hari besar nasional.

G.      Solusi (Pemecahan) Masalah

Diantara penyajian  solusi untuk  permasalahan yang telah kami paparkan sebelumnya, yaitu:
1.    Bersilaturrahmi dengan semua warga yang ada di empat dusun tersebut, bertukar pikiran agar bisa terjalin tali persaudaraan diantara empat dusun sehingga persatuan dan kekompakan terbentuk.
2.    Membentuk kelompok ibu-ibu dari semua dusun untuk mengikuti kegiatan yang telah dirumuskan oleh peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), Mempersiapkan bahan-bahan untuk dipraktekan dibidang pembuatan kue dan merangkai bunga yang menjadi keterampilan tangan dan tataboga.
3.    Menciptakan suasana yang harmoni para peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat dengan pemerintah desa dan seluruh masyarakat dalam membagi pendapat mengenai pemamfaatan sarana dan prasarana yang sudah ada di desa, membentuk kelompok-kelompok untuk merenovasi tempat-tempat pengajian al-qur’an.
4.    Mengajak anak-anak untuk mengikuti kegiatan yang dibuat para peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat dalam bidang belajar ilmu-ilmu agama, membaca al-qur’an dengan tajwidnya dan belajar bahasa arab.
5.    Membuat buat berbagai kegiatan lomba yang bisa membangkitkan semangat dan motivasi untuk anak-anak, dan juga memberikan dorongan dan dukungan untuk anak-anak.
6.    Membagikan buku-buku agama seperti; Iqra, Tuntunan Shalat Lengkap, dan Buku Panduan Tahyiz Mayyit untuk membantu ustazah pimpinan TPA dalam mengajar.
7.    Mengajak para pemuda/pemudi untuk ikut kegiatan-kegiatan yang dibuat oleh para peserta KPM dalam memperingati hari-hari besar nasional maupun hari besar agama islam.



BAB IV
PERSPEKTIF PENGEMBANGAN

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)  merupakan tuntutan dalam  rangka merespon kebutuhan nyata masyarakat yang sarat dengan dinamika dan permasalahan. Sesuai dengan tuntutan IAIN Ar-Raniry masa depan, maka dipandang perlu mengembangkan Kuliah Pengabdian Masyarakat ( KPM) dalam bentuk dan ragam program yang realistis, Pragmatis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat khususnya dibidang keagamaan, sosial, kesehatan dan seni budaya Islam. Selain itu KPM bagi mahasiswa sangat bermanfaat, sebagai ajang pelatihan turun kedalam kehidupan sosial kemasyarakatan sebelum mendapat gelar kesarjanaan.
       Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri IAIN Ar-Raniry  Tahun 2013 di Desa Peunaga Rayeuk adalah pengabdian yang dilakukan oleh peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) sebagai sarana mengaktualisasikan pengetahuan dan pengalaman selama masa-masa pendidikan di perguruan tinggi, berikut ini beberapa kegiatan yang terbentuk berdasarkan musyawarah seluruh para peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dari Kecamatan Meureubo dan para peserta KPM di Desa Peunaga Rayeuk:
A.    Program-Program Mandiri

1.    Melaksanakan rapat rutin Mingguan seluruh anggota KPM yang bertugas di desa Peunaga Rayeuk sebagai ajang tukar menukar informasi
2.    Menjadi panitia pada pelaksanaan perlombaan-perlombaan yang dilaksanakan oleh peserta KPM di Kecamatan Meureubo.
3.    Melaksanakan berbagai macam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat desa Peunaga Rayeuk.

B.     Faktor-Faktor Pendukung Kelancaran KPM

            Adapun bagian-bagian yang sangat mendukung terealisasinya program-program kegiatan yang direncanakan oleh peserta KPM adalah:
1.    Adanya kerja sama yang baik antar sesama peserta KPM.
2.    Adanya dukungan dari warga desa Peunaga Rayeuk, meskipun berbeda kultur kebiasaan, namun kepekaan kami luar biasa.
3.    Tidak terlepasnya dari bimbingan dan motivasi supervisor
4.    Bimbingan dan arahan dari kepala desa dan sekretaris desa
5.    Kondisi keamanan yang kondusif.
6.    Adanya dukungan/motivasi orang tua terhadap anak-anak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KPM,
7.    Serta dukungan moril dan material dari orang tua dan kerabat keluarga mahasiswa KPM.

C.    Faktor-Faktor Penghambat Kelancaran Kegiatan KPM.

Walaupun program KPM terlaksana dengan baik, namun faktor penghambat tetap selalu ada dalam pelaksanaannya. Adapun faktor penghambat tersebut antara lain:
Walaupun program KPM reguler terlaksana dengan baik, namun faktor penghambat tetap selalu ada dalam pelaksanaannya. Adapun faktor penghambat tersebut antara lain:
1.      Kurangnya kemauan  Masyarakat khususnya ibu-ibu untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan oleh peserta KPM
2.      Kesibukan masyarakat dalam tugas kesehariannya menyebabkan ada beberapa kegiatan tertentu yang tidak bisa melibatkan masyarakat.
3.      Terbatasnya dana untuk kegiatan KPM yang ada pada mahasiswa, disebabkan tidak adanya tambahan dana dari pihak lain.
4.      Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya setiap kegiatan yang dilakukan oleh peserta KPM (sebagian masyarakat menganggap remeh akan program yang dilakukan oleh peserta KPM).
5.    Kurangnya pengalaman peserta KPM karena dari segi pengalaman para pesrta KPM itu sendiri juga akan sangat berpengaruh terhadap realisasi kegiatan di lapangan.
6.    Kesibukan masyarakat dalam tugas kesehariannya (nelayan, buruh, bertani dan pegawai negeri), menyebabkan adanya kegiatan-kegiatan tertentu tidak bisa melibatkan masyarakat.
7.    Dana kegiatan yang terbatas.



  BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan

Berdasarkan uraian dari beberapa Bab sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa kesimpulan penting dari laporan kegiatan ini, yaitu:
1.    Kekompakan dan kerja sama yang baik dalam TIM merupakan modal dasar keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan. Sesuai dengan motto peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat desa Peunaga Rayeuk ”Semua akan terasa mudah bila dipikul bersama dengan hati yang ikhlas dan penuh rasa cinta kerana Allah”.
2.    Semua program dapat terlaksana dengan baik, hal ini tidak terlepas berkat terjalinnya kerja sama yang baik antara peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat dengan Keuchik, tokoh-tokoh masyarakat setempat dan masyarakat desa Peunaga Rayeuk.
3.    Kuliah Pengabdian Masyarakat merupakan area penelitian dan pembinaan kepribadian mahasiswa sebagai calon sarjana, sehingga dengan adanya KPM mahasiswa dapat melihat langsung realita yang ada di tengah-tengah masyarakat, yang sarat dengan dinamika dan permasalahannya.

B.     Saran-Saran

1.      Kepada tokoh dan masayarakat desa Peunaga Rayeuk kami sangat berharap agar silaturrahmi antara sesama masyarakat semakin kuat, dan berharap atas kerja sama yang baik untuk dipertahankan yang sudah terealisasi antara tokoh-tokoh dan masyarakat desa Peunaga Rayeuk dengan peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Semoga semua program yang masyarakat laksanakan dapat terus di tingkatkan juga selalu membuahkan hasil dan mendapat keberkahan dari sisi Allah swt.
2.      Kepada para peserta KPM supaya terus dapat meningkatkan kemampuan intelektualnya dan pengabdian kepada masyarakat.
3.      Kepada pihak P2M selaku panitia pelaksana agar terus meningkatkan pembekalan mahasiswa sebelum pemberangkatan ke lapangan baik dari segi pembinaan, pembekalan akhlak/moral dan sosialisasi situasi lokasi penempatan sebelum mahasiswa diberangkatkan ke lokasi KPM.
4.      Kepada Tim Monitoring agar kedepan melakukan pertemuan besar dengan seluruh peserta KPM agenda silaturrahmi dan diskusi tanya jawab untuk hal-hal yang dapat membangkit semangat peserta KPM.
5.      Kepada pihak P2M agar kedepan terus mengusahakan anggaran untuk kelancaran program, minimal dianggarkan untuk kegiatan setiap kelompok/tim yang ditempatkan di desa.
6.      Kepada seluruh peserta KPM untuk menjadikan ini sebuah pengalaman yang sangat berharga, sebagai studi nyata yang bisa menjadikan perubahan kearah yang lebih baik bagi personal mahasiswa itu sendiri dan juga kepada masyarakat pada umumnya.
Demikian paparan laporan dari kami, bila ada kekurangan atau pun kejanggalan dalam penulisan ini, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat  diharapkan.

C.      Tabel-Tabel

Table I. Nama-Nama Mahasiswa KPM Regular Desa Peunaga Rayeuk
No.
Nama
Nim
Fakultas
Jurusan
1.
Umadin
200 919 554
Tarbiyah
PGMI
2.
Arsland Barawas
210 918 944
Tarbiyah
PAI
3.
Almaul Husna
200 919 550
Tarbiyah
PGMI
4.
Erna Safitri
140 808 084
Syari’ah
SJS
5.
Nurul Aini
520 801 885
Adab
Sastra Arab
6.
Rosnawati
530 902 189
Adab
Ilmu Perpustakaan

Tabel II. Sarana dan Prasarana Desa Peunaga Rayeuk
1
Gedung Pemerintahan
1 unit
Balai desa
2
Fasilitas Ibadah/Agama
1 unit
Mesjid
3
Fasilitas Pendidikan
3  unit
TPQ/TPA
4
Bagunan pemerintahan
1 unit
Taman Kanak-Kanak






Table III Bidang Agama

No

Bentuk Kegiatan
Tanggal
Waktu
Volume
Ket
Pelaksanaan
Kegiatan
(Jam)
1
2
3
4
5
1.
Mengajar
18 Juli – 2 Agustus
10:00-12:00
2 Jam
­-
2.
Pengajian
18 Juli – 2 Agustus
06:00-06:30
30 menit
-
3.
Mengajar tajwid
18 Juli – 2 Agusus
10:00-12:00
2 Jam
-
4.
Samadiyah dan tahlilan
14 Agustus
20:00-20:30
30 menit
-

Table IV Bidang Kebersihan Lingkungan

No
Bentuk Kegiatan
Tanggal
Waktu
Volume
Ket
Pelaksanaan
Kegiatan
(Jam)
1
2
3
4
5
1.
Gotong Royong
23 Juli
09:00-10:00
1 menit
-
2.
Membersihkan Mesjid
-
15:00-15.30
30 menit
       -

Table V Bidang Sarana dan Prasaran Tempat Pengajian Al-qur’an

No
Bentuk Kegiatan
Tanggal
Waktu
Volume
Ket
Pelaksanaan
Kegiatan
(Jam)
1
2
3
4
5
1.
Gotong Royong di TPA
13 Agustus
09:00-11:00
2 Jam
-
2.
Merenovasi cat TPA
14-17 Agustus
09:00-17:30
1 hari
-
3.
Membuat pamphlet TPA
25 Agustus
15:00-17:30
2 J 30 m
-

Table VI Bidang Bidang Administrasi Pemerintahan Desa

No
Bentuk Kegiatan
Tanggal
Waktu
Volume
Ket
Pelaksanaan
Kegiatan
(Jam)
1
2
3
4
5
1.
Mendata ulang KK
18-20 Agustus
09:00-11:00
2 Jam
-
2.
Mendata ulang KK menurut dusun
21 Agustus
09:00-13:30
3 J 30 m
-
3.
Bersilaturrahmi dengan masyarakat
-
09:00-11:00
2        Jam
-




Table VII  Bidang Sosial Kemasyarakatan

No
Bentuk Kegiatan
Tanggal
Waktu
Volume
Ket
Pelaksanaan
Kegiatan
(Jam)
1
2
3
4
5
1.
Membuat kue bersama ibu-ibu
13-14 Juli
11:00-14:00
3 Jam
-
2.
Membuat bunga bersama ibu-ibu
15 Juli
09:00-13:30
3 J 30 m
-