PENDAHULUAN
A. Lokasi Kuliah
Pengabdian Masyarakat (KPM)
Berdasarkan
hasil observasi di lapangan dan data dari pemerintahan Gampong tentang keadaan
wilayah serta keadaan masyarakat desa Peunaga
Rayeuk Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Desa Peunaga Rayeuk
merupakan desa yang termasuk sebagai salah satu desa di Kecamatan Meureubo yang
terbagi dari 4 dusun, yaitu : Dusun Lamkuta, Dusun Mujahiddin, Dusun Ar-Raniry
dan Dusun Teulaga Budi. Peserta KPM tinggal di rumah Keuchik Gampong Peunaga Rayeuk
dan rumah masyarakat yang ditunjukan oleh Geuchik Gampong Peunaga Rayeuk.
Berdasarkan keterangan Geuchik
H. Amren Mukminin pada masa kerajaan Aceh ada sebuah kerajaan yang bertahta
diwilayah barat selatan provinsi Aceh yaitu raja Aceh Ali Muhayat Syah pada
tahun 1511 yang melakukan pelayaran kewilayah kerajaan Sumatra Barat (Padang)
untuk silaturrahmi. Dengan bersilaturrahmi kemudian antara kedua raja tersebut
sepakat untuk mengadakan pertandingan adu kerbau dengan beberapa
perjanjian-perjanjian antara lain:
1.
Apabila raja Aceh kalah, maka akan
menyerahkan kapal layarnya kepada kerajaan Padang
2.
Apabila raja Padang kalah, maka
akan menyerahkan sebagian wilayahnya kepada kerajaaan Aceh
Setelah waktu yang
disepakati bersama antara kedua raja tersebut, maka raja Aceh yang pada saat
itu menyiapkan seekor kerbau jantan yang kuat dengan diberikan hiasan adat Aceh
seperti kain selempang kuning. Sementara kerajaan padang menyiapkan anak kerbau
yang masih menyusui pada induknya, dengan membiarkan anak kerbau tersebut haus
dan lapar. Sampai pada waktu yang sudah disepakati bersama maka kedua kerbau
tersebut dimasukan dalam arena pertandingan, tetapi apa yang terjadi? Karena
kerbau milik raja Padang yang masih menyusui begitu melihat induk kerbau
langsung ingin menyusui. Sehingga kerbau milik raja Aceh langsung lari tunggang
langgang.
Sesuai dengan
kesepakatan yang sudah disepakati maka raja Aceh mengaku kalah, dan pada saat
ingin memberikan kapal kerajaan Aceh kepada kerajaan Padang, tetapi kerajaan
Padang menolaknya dengan merubah beberapa kebijakan bersama dalam menjalin
persaudaraan yang lebih dekat yang pada intinya “apabila ada kegiatan
dikerajaan Aceh tolong diberitahukan kepada kerajaan Padang dan begitu pula
sebaliknya” karena kerajaan Padang sudah menganggap kerajaan Aceh sebagai
saudara maka raja Aceh meminta kepada raja Padang untuk menempati wilayah
dikerajaan Aceh yang belum dihuni.
Atas permintaan raja
Aceh tersebut maka raja Padang mengutus tujuh (7) orang datuk dari kerajaan
untuk menempati wilayah tersebut, diantara ketujuh datuk tersebut adalah:
1.
Datuk Patikanalom
2.
Datuk Genta Alam
3.
Datuk Seru Alam
4.
Datuk Rajo Meden
5.
Datuk Jangguik Ameh
6.
Datuk Tangah Hari
7.
Datuk Susang Bulu
Dari ketujuh datuk
tersebut yang tinggal menetap hanya empat (4) datuk, yaitu: Datuk Seru Alam,
Datuk Tangah Hari, Datuk Jangguik Ameh dan Datuk Rajo Meden. Yang hingga sampai
sekarang kuburanya ada diwilayah kecamatan Mereubo, dengan tinggal dan
menetapnya mereka sehingga terjadilah perkawinan antara suku Aceh dengan suku
Padang. Yang hingga sekarang dapat dilihat dari bahasa mereka, percampuran
antara Aceh dengan Padang (Jamee). Dan pada masa itu diwilayah tersebut tumbuh
sebatang tumbuhan bernama Panagoe yang tinggi dan besar, dan dari perkawinan
tersebut sehingga terbentuklah sebuah kelompok masyarakat yang diberi nama
Panagoe Gadang. Kata panagoe gadang berasal dari tumbuhan panagoe yang tinggi
dan besar atas prakarsa Datuk Tangah Hari.
Berdasarkan perbauan
bahasa Aceh dengan bahasa Padang (Jamee), gadang yang artinya “Rayeuk” dalam
bahasa Aceh penaga rayeuk adalah terjemahan dari bahasa Padang (Jamee).
Sejarah
Gampong Peunaga Rayeuk ini sekarang sudah dicetak pada spanduk dengan ukuran
1,5 m x 2 m dan telah ditempelkan pada ruang di balai desa Peunaga Rayeuk
Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat.
Khusus
di Kecamatan Meureubo, penempatan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)
regular 2013 ada dibeberapa desa dari banyaknya desa di kecamatan Meureubo. Peunaga Rayeuk adalah desa
dimana kami di tempatkan selama
menjalani Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Nama, NIM, Jurusan dan Fakultas Mahasiswa yang mengabdi di desa Peunaga
Rayeuk Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat dapat dilihat di lampiran
table-tabel.
1.
Gambaran Umum letak geografis desa
Meunasah Mon adalah berbatasan dengan:
a.
Sebelah Utara berbatasan dengan
Gampong Langung
b.
Sebelah Timur berbatasan dengan
Gampong Paya Peunaga
c.
Sebelah Barat berbatasan dengan
Lautan, dan
d.
Sebelah Selatan berbatasan dengan
Gampong Peunaga Cut Ujong
2. Kondisi Geografis
Gampong
a. Curah hujan : Sedang
b. Ketinggian dari permukaan laut : 15 m
c. Suhu udara rata-rata :
20 – 28 C
d. Topografi : Dataran datar
3. Orbitrasi (Jarak dari pusat Pemerintahan)
a. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : 3,5 Km
b. Jarak dari pusat
pemerintahan kota administratif : 6 Km
c. Panjang jalan Gampong : 1.500 Meter
B.
Permasalahan Di Lokasi
Desa Peunaga Rayeuk merupakan suatu
desa yang cukup potensial untuk diberdayakan
dalam berbagai bidang, walaupun disisi lain memiliki
kultur kebiasaan yang berbeda dengan
peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat
(KPM). Namun peserta dapat beradaptasi dan dapat menyusuaikan dengan kebiasaan masyarakat
desa dan dapat mengaplikasikan
kegiatan dengan tidak terlalu sulit. Selama pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang dimulai dengan kegiatan observasi
lapangan
kami menemukan sejumlah permasalahan dalam masyarakat, permasalahan ini meliputi berbagai aspek yang
sangat urgen untuk kemajuan suatu desa.
Adapun permasalahannya adalah
seperti:
1.
Kurangnya Sumber Daya Manusia di
Desa Peunaga Rayeuk, hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat keahlian
masyarakat setempat. misalnya dalam hal keterampilan tangan dan tataboga yang
bisa menjadi usaha kecil-kecilan.
2.
Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pemanfaatan serta pemeliharaan
sarana dan prasarana yang ada.
3.
Kemampuan remaja/anak-anak
dibidang ilmu agama (pendidikan) masih minim, misalnya dalam membaca al-qur’an dan
bahasa arab.
4.
Rendahnya dukungan dan motivasi
untuk anak-anak
5.
Kurangnya tenaga pengajar di balai pengajian/TPA.
6.
Kurangnya keperdulian terhadap
memperingati hari-hari besar baik nasional maupun agama islam.
Selain
permasalahan yang
telah kami sebutkan di atas, masih banyak terdapat permasalahan di Desa Peunaga Rayeuk, baik berupa
fisik maupun non-fisik, oleh sebab itu Desa Peunaga
Rayeuk masih banyak memerlukan bantuan dalam bentuk materi
dan non-materi untuk membangun dan mengembangkan desa tersebut.
Namun, di sisi
lain desa Peunaga Rayeuk
merupakan salah satu desa yang telah memiliki beberapa fasilitas sarana dan
prasarana desa lainnya seperti Kantor Desa, meunasah, gedung PKK, Balai desa,
jalan dan lorong desa. Tetapi, ada beberapa
fasilitas tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, yang
selanjutnya kurang perawatan dan pada
akhirnya seolah-olah kurang memberikan manfaat untuk masyarakat setempat.
Sebagai contoh balai desa yang kurang terawat. Untuk bangunan sarana dan prasarana desa Peunaga Rayeuk dapat dilihat
dilampiran table-tabel. Akan tetapi, desa Peunaga Rayeuk termasuk
desa yang tergolong bersih, karena disepanjang jalan Peunaga Rayeuk tidak terdapat
sampah-sampah yang berserakan.
C. Metode Pendekatan
Metode pendekatan yang digunakan oleh peserta Kuliah
Pengabdian Masyarakat (KPM) dalam melaksanakan
kegiatan di lapangan adalah melakukan
pendekatan–pendekatan secara bertahap dengan para tokoh–tokoh masyarakat, menjumpai
masing-masing kepala dusun yang ada di desa Peunaga Rayeuk, menjumpai pemuda-pemudi,
ibu-ibu dan anak-anak seperti bergaul, tukar pikiran, bermain bersama anak-anak
dan berdiskusi dengan masyarakat desa Peunaga Rayeuk tentang
keadaan desa, serta observasi langsung ke lapangan.
BAB
II
PERSIAPAN DI LAPANGAN
Sebelum
mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat diberangkatkan ke daerah atau
desa baktinya, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan data
yang sesuai dan menguji kelayakan seorang mahasiswa tersebut dapat menjadi
peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dan melakukan
pengabdian di desa-desa yang ditentukan. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah
sebagai berikut:
A.
Pendaftaran Peserta
Sebelum
mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di berangkatkan ke lokasi KPM,
terlebih dahulu para mahasiswa wajib mengikuti penyeleksian dan pembekalan, para peserta KPM
dengan beberapa tahapan yang dilaksanakan oleh pihak lembaga panitia pelaksana
yaitu P2M. Penyeleksian kepada setiap mahasiswa sebelum menjadi peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) diwajibkan
mempersiapkan persyaratan administrasi antara lain:
- Menyerahkan
bukti terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester yang sedang
berjalan, melampirkan foto copy KRS semester terakhir, foto copy rekening
SPP, dan SK skripsi yang semuanya itu di masukkan kedalam map.
- Tahap
penyeleksian, dalam tahap ini kami selaku calon peserta KPM IAIN Ar-
Raniry wajib mengikuti penyeleksian Administratif
B.
Seleksi Peserta
Mahasiswa yang
di terima sebagai salah seorang peserta KPM adalah mahasiswa yang telah lulus
dari seleksi atau penyaringan yang khusus diadakan untuk itu. Penyaringan
dimaksudkan dilakukan setelah terpenuhinya syarat-syarat adminisratif tersebut
di atas.
C.
Pembekalan Peserta
Selanjutnya
setelah peserta dinyatakan lulus, barulah diadakan pembekalan (coaching). Kegiatan
ini dilakukan selama dua hari, yang meliputi ilmu-ilmu teoritis dan ilmu
tarapan lainya. Setelah dibekali dengan beberapa macam pengetahuan,
pengalaman-pengalaman praktis serta kemampuan lain yang dapat mempermudah pelaksanan
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), baru
diberangkatkan ke lokasi pengabdian.
Adapun arahan
tentang program yang dilaksanakan berupa visi dan misi IAIN Ar-Raniry. Adaptasi
dengan lingkungan, moral,
sosialisasi lapangan sampai pada petunjuk penyusunan laporan hasil kegiatan
yang disampaikan pihak Rektorat pada saat coaching.
Dari segi
teoritis ini, peserta dibekali dengan sejumlah pengetahuan praktis terhadap
fenomena atau kebutuhan masyarakat, antara lain:
1. Mampu mengaplikasikan visi dan misi dari
IAIN dalam rangka Darma Pengabdian kepada masyarakat
2. Orientasi KPM IAIN Ar-Raniry
3. Manejemen TPQ dan teknik mengajar metode
Iqra`
4. Pengetahuan praktis agama Islam/praktek
ibadah dan teknik pelaksanaan tahjiz mayat
5. Pembinan akhlaqul Karimah
6. Pelaksanaan kegiatan lapangan
7. Pemberdayan masyarakat Desa
8. Penulisan kegiatan harian dan sistem
penilaian
9. Teknik penyusunan program dan penulisan
laporan KPM.
D.
Pengorganisasian dan
Penempatan Peserta
Pengorganisasian
dan penempatan peserta Kuliah Pengabdian Masarakat (KPM) IAIN Ar-Raniry
dilakukan oleh panitia pelaksanaan KPM sebagaimana tercantum dalam Surat
Keputusan oleh Panitia pelaksanaan KPM sebagaimana tercantum dalam surat
keputusan Rektor IAIN Ar-raniry tentang pelaksanaan KPM itu sendiri.
E. Penyerahan dan Penjemputan Peserta KPM
1. Pelepasan/Penyerahan
Rombongan peserta Kuliah
Pengabdian Masyarakat diberangkatkan dari
Banda Aceh pada tanggal 15 Juli 2013 pukul 09:30
WIB menuju kantor Bupati Aceh
Barat. Tiba di kantor Bupati
pada pukul 14:00
WIB. Selanjutnya para peserta mengikuti acara penyerahan peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang diserahkan
kepada Bupati Aceh Barat oleh Rektorat dan panitia
pelaksana KPM IAIN Ar-Raniry tahun 2013.
Seterusnya dari Bupati
diserahkan kepada Camat, selanjutnya dari camat diserahkan kepada Geuchik
desa Peunaga Rayeuk pada pukul 15:30 WIB.
2. Penjemputan
Kembali
Setelah empat puluh tiga
hari
di lokasi Pengabdian Masyarakat peserta Kuliah
Pengabdian Masyarakat (KPM) dijemput kembali oleh
panitia pelaksana KPM IAIN Ar-Raniry pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2013.
F.
Pelaksanan dan Pembiayaan
1. Pelaksanaan
Pelaksanaan
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) IAIN Ar-Raniry dilaksanakan oleh panitia
pelaksana Kuliah Pengabdian Masyarakat IAIN Ar-Raniry dengan personalianya berdasarkan
surat keputusan rektor IAIN Ar-Raniry di bawah koordinasi Pusat Pengabdian
Masyarakat (P2M) IAIN Ar-Raniry.
2.
Pembiayaan
Biaya Kuliah Pengabdian
Masyarakat (KPM) Mandiri
Mahasiswa IAIN Ar-Raniry semester genap tahun akademik 2012/2013 ditanggung
oleh peserta KPM yang bersangkutan, seperti biaya living cost peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dan biaya-biaya
lainnya ditanggung sendiri oleh peserta Kuliah
Pengabdian Masyarakat (KPM).
G. Persiapan Di Lapangan
Setelah
mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) sampai di desa yang ditetapkan,
mahasiswa melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu sebelum melakukan beberapa
kegiatan, diantaranya adalah:
a.
Observasi Lapangan.
Peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat
(KPM) meninjau keadaan desa, mulai dari kondisi lingkungan dan kehidupan
masyarakat setempat (budaya, aktifitas, dll).
b.
Menemukan Permasalahan.
Tahap selanjutnya setelah melakukan
observasi, peserta mulai mencari dan menemukan permasalahan yang harus
diselesaikan.
c.
Melakukan Perencanaan.
Dari permasalahan-permasalahan yang
telah ditemukan peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) mulai merencanakan
kegiatan-kegiatan apa saja kah yang harus dilakukan terkait dengan pemecahan
masalah yang terjadi di desa.
d.
Menentukan/menyusun kegiatan.
Pada tahap ini peserta Kuliah Pengabdian
Masyarakat (KPM) menentukan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan
permasalah yang sebelumnya ditemukan.
e.
Menjalankan kegiatan.
f.
Tinjauan kegiatan.
Setelah kegiatan-kegiatan dilakukan,
tahap selanjutnya adalah melakukan tinjauan-tinjauan sejauh mana kegiatan sudah
berjalan serta melakukan perbaikan-perbaikan jika dianggap kurang berjalan
maksimal.
g.
Laporan
BAB III
KEGIATAN-KEGIATAN
DI LAPANGAN
Selama empat
puluh tiga hari mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merencanakan
dan menyusun program-program yang akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan,
yaitu: Menggali masalah, memetakan masalah, merumuskan masalah, menyusun
program-program kerja berdasarkan rumusan masalah tersebut kemudian
mengimplimentasikan dalam bentuk kerja nyata. Dalam tiap tahapan tersebut
keikutsertaan masyarakat dan tokoh masyarakat sangat menentukan keberhasilan
visi dan misi peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Berikut ini
program-program kerja secara garis besar
yang kami agendakan berdasarkan dari hasil pemetaan masalah, yaitu:
1. Bidang Agama
2. Bidang
kebersihan lingkungan
- Bidang sarana dan prasaran pendidikan al-qur’an
- Bidang Administrasi
Pemerintahan Desa
- Bidang sosial
kemasyarakatan
Setelah program-program kerja selesai di rumuskan,
langkah selanjutnya adalah membentuk koordinator yang akan mengkoordinir dari
setiap kegiatan tersebut sebagai penanggung jawab kerja untuk masing-masing
program. Hal ini di tempuh untuk lebih terkoordinir mekanisme kerja dan diharapkan
semua yang telah direncanakan dapat tercapai hasil yang ditargetkan dan
penyelesaian program tersebut tepat pada waktunya.
Sesuai dengan arahan secara teoritis yang kami peroleh
pada saat pembekalan (Coaching), maka kami telah membuat rumusan kegiatan berdasarkan
kondisi real yang diperoleh melalui observasi lapangan dan berdasarkan musyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat.
Adapun daftar kegiatan kerja terbagi dalam
beberapa bidang berikut ini:
A.
Bidang Agama
- Mengajar
mengaji Al-Qur’an anak-anak setiap hari
- Melatih
anak-anak TPA untuk mengenal tajwid setiap waktu mengaji Al-Qur’an di mesjid Al-hikmah desa Peunaga Rayeuk
- Ikut
serta dalam acara pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak di mesjid gampong Al-hikmah desa Peunaga Rayeuk
- Menghadiri
acara samadiyah dan tahlilah untuk jenazah
B.
Bidang Kebersihan Lingkungan
- Melakukan kegiatan gotong royong diperkarangan
mesjid dan balai desa Peunaga Rayeuk
- Mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan yang
bersih dan membuang sampah pada tempatnya
C. Bidang Sarana dan Prasaran Tempat Pengajian
Al-qur’an
1.
Membersihkan Tempat Pengajian
Al-Qur’an (TPA) Fastabiqul Khairat desa Peunaga Rayeuk
2.
Merenovasi Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPA) Fastabiqul Khairat desa
Peunaga Rayeuk
3.
Membuat pamplet Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPA) Fastabiqul Khairat
desa Peunaga Rayeuk
D.
Bidang Bidang Administrasi Pemerintahan Desa
1.
Melakukan pengumpulan KK desa Peunaga Rayeuk
2. Mendata ulang penduduk desa Peunaga Rayeuk secara
keseluruhan
3. Mencatat penduduk setiap masing-masing dusun di desa
Peunaga Rayeuk
E.
Bidang Sosial Kemasyarakatan
1.
Mengajak ibu-ibu untuk
melakukan kegiatan pembuatan kue dan bunga di balai desa Peunaga Rayeuk
2.
Melakukan kegiatan untuk
memeriahkan HUT RI yang 68 di lapangan bola kaki desa Peunaga Rayeuk
F.
Kegiatan-kegiatan lainya
Kegiatan lainya yang bersifat penunjang dalam menyukseskan program-program
yang sudah di rencanakan oleh peserta KPM reguler seperti bersilaturahmi dan
lain sebagainya yang bersifat exstra disamping itu juga program yang dibentuk
oleh kerjasama gabungan mahasiswa yang ditempatkan di Kecamatan Meureubo
yang pelaksanaan kegiatan tersebut terkoordinir bersama seluruh Peserta KPM
reguler yang mengabdi di Kecamatan
Meureubo. Adapun
kegiatan penunjang (extra) dan Kegiatan tersebut adalah:
1.
Silaturahmi dengan warga desa dan
warga mukim (perangkat desa).
2.
Menghadiri undangan dari masyarakat desa untuk melakukan buka puasa bersama
di rumah warga
3.
Menghadiri rapat rutin peserta KPM Sekecamatan Meureubo
4.
Pertemuan dengan supervisor.
5.
Menjadi Panitia pada acara kegiatan memperingati hari besar nasional.
G. Solusi (Pemecahan) Masalah
Diantara
penyajian solusi untuk permasalahan yang telah kami paparkan
sebelumnya, yaitu:
1. Bersilaturrahmi dengan semua warga yang
ada di empat dusun tersebut,
bertukar pikiran agar bisa terjalin tali persaudaraan diantara empat dusun sehingga
persatuan dan kekompakan terbentuk.
2. Membentuk kelompok ibu-ibu dari semua dusun untuk
mengikuti kegiatan yang telah dirumuskan oleh peserta Kuliah Pengabdian
Masyarakat (KPM), Mempersiapkan bahan-bahan untuk dipraktekan dibidang pembuatan kue
dan merangkai bunga yang menjadi keterampilan tangan dan tataboga.
3. Menciptakan suasana yang harmoni para peserta Kuliah
Pengabdian Masyarakat dengan pemerintah desa dan seluruh masyarakat dalam
membagi pendapat mengenai pemamfaatan sarana dan prasarana yang sudah ada di
desa, membentuk kelompok-kelompok untuk merenovasi tempat-tempat pengajian
al-qur’an.
4. Mengajak anak-anak untuk mengikuti kegiatan yang
dibuat para peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat dalam bidang belajar ilmu-ilmu
agama, membaca al-qur’an dengan tajwidnya dan belajar bahasa arab.
5. Membuat buat berbagai kegiatan lomba yang bisa
membangkitkan semangat dan motivasi untuk anak-anak, dan juga memberikan
dorongan dan dukungan untuk anak-anak.
6. Membagikan buku-buku agama seperti;
Iqra, Tuntunan Shalat Lengkap, dan Buku Panduan Tahyiz Mayyit untuk membantu ustazah pimpinan TPA dalam mengajar.
7. Mengajak para pemuda/pemudi untuk ikut
kegiatan-kegiatan yang dibuat oleh para peserta KPM dalam memperingati
hari-hari besar nasional maupun hari besar agama islam.
BAB
IV
PERSPEKTIF
PENGEMBANGAN
Kuliah
Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan
tuntutan dalam rangka merespon kebutuhan
nyata masyarakat yang sarat dengan dinamika dan permasalahan. Sesuai dengan
tuntutan IAIN Ar-Raniry masa depan, maka dipandang perlu mengembangkan Kuliah
Pengabdian Masyarakat ( KPM) dalam bentuk dan ragam program yang realistis, Pragmatis
dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat khususnya dibidang keagamaan,
sosial, kesehatan dan seni budaya Islam. Selain itu KPM bagi mahasiswa sangat
bermanfaat, sebagai ajang pelatihan turun kedalam kehidupan sosial
kemasyarakatan sebelum mendapat gelar kesarjanaan.
Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat
(KPM) Mandiri IAIN Ar-Raniry Tahun 2013
di Desa Peunaga Rayeuk adalah
pengabdian yang dilakukan oleh peserta Kuliah
Pengabdian Masyarakat (KPM) sebagai sarana
mengaktualisasikan pengetahuan dan pengalaman selama masa-masa pendidikan di
perguruan tinggi, berikut ini beberapa kegiatan yang terbentuk berdasarkan musyawarah seluruh para peserta
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dari Kecamatan Meureubo dan para peserta KPM
di Desa Peunaga Rayeuk:
A. Program-Program Mandiri
1. Melaksanakan rapat rutin
Mingguan seluruh anggota KPM yang bertugas di desa Peunaga Rayeuk sebagai ajang tukar menukar informasi
2. Menjadi panitia pada pelaksanaan perlombaan-perlombaan yang
dilaksanakan oleh peserta KPM di Kecamatan Meureubo.
3. Melaksanakan berbagai macam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat
bagi masyarakat desa Peunaga Rayeuk.
B. Faktor-Faktor Pendukung Kelancaran KPM
Adapun bagian-bagian yang sangat mendukung terealisasinya
program-program kegiatan yang direncanakan oleh peserta KPM adalah:
1.
Adanya kerja sama yang baik antar sesama peserta KPM.
2.
Adanya dukungan dari warga desa Peunaga
Rayeuk, meskipun berbeda kultur kebiasaan, namun kepekaan kami luar biasa.
3.
Tidak terlepasnya dari bimbingan
dan motivasi supervisor
4.
Bimbingan dan arahan dari kepala
desa dan sekretaris desa
5.
Kondisi keamanan yang kondusif.
6. Adanya
dukungan/motivasi orang tua terhadap anak-anak untuk mengikuti
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KPM,
7. Serta dukungan moril dan material dari orang tua dan kerabat
keluarga mahasiswa KPM.
C. Faktor-Faktor Penghambat Kelancaran
Kegiatan KPM.
Walaupun
program KPM terlaksana dengan baik, namun faktor penghambat tetap selalu ada
dalam pelaksanaannya. Adapun faktor penghambat tersebut antara lain:
Walaupun program KPM reguler terlaksana dengan baik,
namun faktor penghambat tetap selalu ada dalam pelaksanaannya. Adapun faktor
penghambat tersebut antara lain:
1.
Kurangnya kemauan
Masyarakat khususnya ibu-ibu untuk
melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan oleh peserta KPM
2.
Kesibukan masyarakat dalam tugas kesehariannya
menyebabkan ada beberapa kegiatan tertentu yang tidak bisa melibatkan
masyarakat.
3.
Terbatasnya dana untuk kegiatan KPM yang ada pada
mahasiswa, disebabkan tidak adanya tambahan dana dari pihak lain.
4.
Kurangnya
kesadaran masyarakat akan pentingnya setiap kegiatan yang dilakukan oleh
peserta KPM (sebagian masyarakat menganggap remeh akan program yang dilakukan
oleh peserta KPM).
5.
Kurangnya pengalaman peserta KPM
karena dari segi pengalaman para pesrta KPM itu sendiri juga akan sangat
berpengaruh terhadap realisasi kegiatan di lapangan.
6.
Kesibukan masyarakat dalam tugas
kesehariannya (nelayan, buruh, bertani dan pegawai negeri), menyebabkan adanya kegiatan-kegiatan tertentu tidak bisa
melibatkan masyarakat.
7.
Dana kegiatan yang terbatas.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
uraian dari beberapa Bab sebelumnya, dapat
disimpulkan beberapa kesimpulan penting dari
laporan kegiatan ini, yaitu:
1. Kekompakan dan kerja sama yang baik dalam TIM merupakan modal
dasar keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan. Sesuai dengan motto
peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat desa Peunaga Rayeuk ”Semua akan terasa
mudah bila dipikul bersama dengan hati yang ikhlas dan penuh rasa cinta kerana Allah”.
2. Semua program dapat terlaksana dengan baik, hal ini tidak
terlepas berkat terjalinnya kerja sama yang baik antara peserta Kuliah Pengabdian
Masyarakat dengan Keuchik, tokoh-tokoh masyarakat setempat dan masyarakat desa Peunaga
Rayeuk.
3.
Kuliah Pengabdian Masyarakat merupakan area penelitian dan pembinaan
kepribadian mahasiswa sebagai calon sarjana, sehingga dengan adanya KPM
mahasiswa dapat melihat langsung realita yang ada di tengah-tengah masyarakat,
yang sarat dengan dinamika dan permasalahannya.
B. Saran-Saran
1. Kepada tokoh dan masayarakat desa Peunaga Rayeuk kami
sangat berharap agar silaturrahmi antara sesama masyarakat semakin kuat, dan
berharap atas kerja sama yang baik untuk dipertahankan yang sudah terealisasi
antara tokoh-tokoh dan masyarakat desa Peunaga Rayeuk dengan peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Semoga semua
program yang masyarakat laksanakan dapat terus di tingkatkan juga selalu membuahkan
hasil dan mendapat keberkahan dari sisi Allah swt.
2. Kepada para peserta KPM supaya terus
dapat meningkatkan kemampuan intelektualnya dan pengabdian kepada masyarakat.
3. Kepada pihak P2M selaku panitia
pelaksana agar terus meningkatkan pembekalan mahasiswa sebelum pemberangkatan
ke lapangan baik dari segi pembinaan, pembekalan akhlak/moral dan sosialisasi
situasi lokasi penempatan sebelum mahasiswa diberangkatkan ke lokasi KPM.
4. Kepada Tim Monitoring agar kedepan
melakukan pertemuan besar dengan seluruh peserta KPM agenda silaturrahmi dan
diskusi tanya jawab untuk hal-hal yang dapat membangkit semangat peserta KPM.
5. Kepada pihak P2M agar kedepan terus
mengusahakan anggaran untuk kelancaran program, minimal dianggarkan untuk
kegiatan setiap kelompok/tim yang ditempatkan di desa.
6. Kepada seluruh peserta KPM untuk
menjadikan ini sebuah pengalaman yang sangat berharga, sebagai studi nyata yang
bisa menjadikan perubahan kearah yang lebih baik bagi personal mahasiswa itu
sendiri dan juga kepada masyarakat pada umumnya.
Demikian paparan
laporan dari kami,
bila ada kekurangan atau pun kejanggalan dalam penulisan ini, saran dan kritik
yang bersifat membangun sangat diharapkan.
C. Tabel-Tabel
Table I. Nama-Nama Mahasiswa KPM Regular Desa Peunaga
Rayeuk
|
No.
|
Nama
|
Nim
|
Fakultas
|
Jurusan
|
|
1.
|
Umadin
|
200 919
554
|
Tarbiyah
|
PGMI
|
|
2.
|
Arsland
Barawas
|
210 918 944
|
Tarbiyah
|
PAI
|
|
3.
|
Almaul Husna
|
200 919 550
|
Tarbiyah
|
PGMI
|
|
4.
|
Erna Safitri
|
140 808 084
|
Syari’ah
|
SJS
|
|
5.
|
Nurul Aini
|
520 801 885
|
Adab
|
Sastra
Arab
|
|
6.
|
Rosnawati
|
530 902 189
|
Adab
|
Ilmu
Perpustakaan
|
Tabel II. Sarana dan
Prasarana Desa Peunaga Rayeuk
|
1
|
Gedung Pemerintahan
|
1 unit
|
Balai
desa
|
|
2
|
Fasilitas Ibadah/Agama
|
1 unit
|
Mesjid
|
|
3
|
Fasilitas Pendidikan
|
3 unit
|
TPQ/TPA
|
|
4
|
Bagunan pemerintahan
|
1 unit
|
Taman Kanak-Kanak
|
Table III Bidang Agama
|
No
|
Bentuk Kegiatan
|
Tanggal
|
Waktu
|
Volume
|
Ket
|
|
Pelaksanaan
|
Kegiatan
|
(Jam)
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
|
1.
|
Mengajar
|
18 Juli – 2
Agustus
|
10:00-12:00
|
2 Jam
|
-
|
|
2.
|
Pengajian
|
18 Juli – 2 Agustus
|
06:00-06:30
|
30 menit
|
-
|
|
3.
|
Mengajar tajwid
|
18 Juli – 2 Agusus
|
10:00-12:00
|
2 Jam
|
-
|
|
4.
|
Samadiyah dan tahlilan
|
14 Agustus
|
20:00-20:30
|
30 menit
|
-
|
Table IV Bidang Kebersihan Lingkungan
|
No
|
Bentuk Kegiatan
|
Tanggal
|
Waktu
|
Volume
|
Ket
|
|
Pelaksanaan
|
Kegiatan
|
(Jam)
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
|
1.
|
Gotong Royong
|
23 Juli
|
09:00-10:00
|
1 menit
|
-
|
|
2.
|
Membersihkan Mesjid
|
-
|
15:00-15.30
|
30 menit
|
-
|
Table
V Bidang Sarana dan Prasaran Tempat Pengajian Al-qur’an
|
No
|
Bentuk Kegiatan
|
Tanggal
|
Waktu
|
Volume
|
Ket
|
|
Pelaksanaan
|
Kegiatan
|
(Jam)
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
|
1.
|
Gotong Royong di TPA
|
13 Agustus
|
09:00-11:00
|
2 Jam
|
-
|
|
2.
|
Merenovasi cat TPA
|
14-17 Agustus
|
09:00-17:30
|
1 hari
|
-
|
|
3.
|
Membuat pamphlet TPA
|
25 Agustus
|
15:00-17:30
|
2 J 30 m
|
-
|
Table VI Bidang Bidang
Administrasi Pemerintahan Desa
|
No
|
Bentuk Kegiatan
|
Tanggal
|
Waktu
|
Volume
|
Ket
|
|
Pelaksanaan
|
Kegiatan
|
(Jam)
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
|
1.
|
Mendata ulang KK
|
18-20 Agustus
|
09:00-11:00
|
2 Jam
|
-
|
|
2.
|
Mendata ulang KK menurut dusun
|
21 Agustus
|
09:00-13:30
|
3 J 30 m
|
-
|
|
3.
|
Bersilaturrahmi dengan masyarakat
|
-
|
09:00-11:00
|
2
Jam
|
-
|
Table VII Bidang
Sosial Kemasyarakatan
|
No
|
Bentuk Kegiatan
|
Tanggal
|
Waktu
|
Volume
|
Ket
|
|
Pelaksanaan
|
Kegiatan
|
(Jam)
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
|
1.
|
Membuat kue bersama ibu-ibu
|
13-14 Juli
|
11:00-14:00
|
3 Jam
|
-
|
|
2.
|
Membuat bunga bersama ibu-ibu
|
15 Juli
|
09:00-13:30
|
3 J 30 m
|
-
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar